Siapakah aku sebenarnya?

[English]

Ramadhan bersama RumiCatatan acara Ramadhan bersama Rumi, Hari ke-empat
Topik: Pengetahuan tentang diri: Who am I? Siapa aku?
Pembicara: Felia Salim

Siapakah aku sebenarnya? Sebuah pertanyaan abadi. Pembahasan mengenai siapakah aku dan apa yang harus kulakukan dalam hidup ini mencakup pembahasan mengenai pengetahuan akan diri sendiri (self knowledge).

Bulent Rauf, konsultan untuk Beshara School, pernah menulis sebuah makalah singkat berjudul ”What is the most important point that must be understood by a person who wants to know?”

Beliau mengatakan, “It is that there is only One, Unique, Absolute, Infinite Existence. It must be more than an idea. One has to be so completely certain of it that one adopts it through reason and intuition as the basic, unshakeable fact of one’s existence.

When it is like that in one’s existence then every possible ramification that occurs to one is seen as not being outside The Existence, but as being an aspect of it.”

Dengan demikian, apabila kita “ingin tahu”, apabila kita ingin memiliki Pengetahuan hakiki, maka pertama-tama kita perlu meyakini bahwa hanya ada satu Keberadaan tunggal. Keyakinan ini harus diterima melalui akal dan intuisi.

Setelah itu, barulah kita menapaki hidup. Selama perjalanan, manusiawi bila kita senantiasa berusaha mempersiapkan pelbagai rencana. Namun apakah perjalanan kita selalu sesuai dengan rencana, pikiran atau antisipasi kita?

Dalam keadaan seperti ini, pentingnya sikap kepasrahan total kepada Sang Pencipta seperti digarisbawahi. Kepasrahan dalam hal ini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Kita tetap berupaya sekeras mungkin, namun memasrahkan hasilnya kepada Sang Maha Pencipta, dengan tetap menyadari bahwa apa pun yang terjadi tetap merupakan aspek dari suatu Kesatuan Tunggal.

Sikap kepasrahan ini hanya akan tercipta apabila didahului dengan kerendahan hati (humility). Perjalanan kita pun kemudian mengarah menjadi perjalanan untuk merendahkan hati kita secara total.

Kerendahan hati dapat dilatih antara lain dengan mensyukuri segala yang ada.

Jadi ingat, tadi pagi saya membaca notes di Facebook teman saya, sebuah hadits Nabi: “Jangan meremehkan sedikit pun tentang makruf (kebaikan), meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum)”. Saya rasa bila kita bisa bersikap seperti ini, kita akan menyadari betapa banyaknya karunia dan keajaiban yang telah Ia tunjukkan kepada kita.

Kerendahan hati pun perlu disertai dengan keringanan kita dalam meminta maaf kepada orang (makhluk?) lain bila kita melakukan kesalahan. Berlatih menempatkan diri tidak lebih tinggi dari orang lain dan mengakui diri kita apa adanya, sekali pun itu kesalahan yang kita lakukan.

Bagi saya sendiri, yang paling menarik adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya merenung dan menyadari bahwa pertanyaan yang seakan diajukan oleh orang-orang lain itu merupakan pertanyaan saya juga.

Ada yang bertanya apa manfaat mengenal diri. Saya mengutip hadits Rasulullah yang mengatakan ”know thyself, know thy Lord.” Kenalilah diri sendiri, maka kau akan mengenal Tuhan. Amin. Dengan mengenali Tuhan, kita mengenali pula kehendak-Nya dan kehendak-Nya akan kita. Hidup pun menjadi tertuntun (langsung oleh-Nya) dan kita pun dapat memenuhi fungsi kita di muka bumi sebagai rahmat  bagi sekalian alam.

Jadi ingat puisi singkat Rumi yang mengatakan

I have lived on the lip
Of insanity, wanting to know reasons
Knocking on a door. It opens
I’ve been knocking from the inside

Ada pula yang bertanya apa hubungan kerendahan hati dengan pengenalan diri. Menarik. Secara logika, kerendahan hati penting bukan hanya dalam pengenalan diri namun juga dalam proses belajar apa pun.

Dengan berendah hati, kita mengakui bahwa kita belum tahu segalanya, masih ada pengetahuan yang kita tidak miliki dan dimiliki orang lain. Dengan berendah hati, kita bisa lebih jujur untuk menilik diri sendiri dan menyadari diri kita lebih baik.  Dengan berendah hati, kita secara otomatis membuka hati kita atas pengetahuan baru yang akan kita terima. Hanya hati yang merendah dan terbuka yang dapat menerima pelajaran akan Cinta yang Agung.

Menariknya lagi, ada teman yang bertanya apakah ada jawaban pasti dan permanen yang bisa ia bawa tentang dirinya dari diskusi ini.

Terus terang, saya agak lupa diskusi yang terjadi setelah itu. Namun saya rasa jawaban atau pengetahuan adalah hak prerogatif Tuhan. Bila Dia menginginkan, maka detik ini pun kita akan tahu. Tak ada manusia yang dapat memberikan jaminannya.

Namun kita perlu menyadari dan meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Baik ini senantiasa menebar petunjuk-petunjuk-Nya di sekitar kita dan di dalam diri kita setiap saat. Dia ingin kita mengenal diri-Nya lebih besar dari keinginan kita sendiri untuk mengenal-Nya. Sedemikian besar kecintaan Tuhan pada kita.

Ajakan Mbak Felia sebagai pembicara di penghujung acara agar  ”bila kita sudah mulai bertanya, bertanyalah terus” menurut saya merupa ajakan lembut yang penuh kasih dari Tuhan untuk terus mengenalnya.

Karena, seperti Rumi bilang:

Inside a lover’s heart
There is another world
And yet another

Topik  hari ini Jumat 28 agustus 2009:
Pengetahuan tentang diri: Darimana kita berasal, kemana kita menuju: Inna lillaahi Wainna ilaihi raaji¹un.
Pembicara : Basuki Hardjoseokatmo

Ramadhan bersama Rumi adalah kerjasama antara Life Begins @40! di
Dharmawangsa Square dengan Pusaka Hati dan Delta FM. Acara ini merupakan
rangkaian kegiatan diskusi, bazaar dan apresiasi terhadap Rumi serta arena
tukar buku terkait dengan bulan Ramadhan.

Diskusi Ramadhan mengangkat topik perspektif universal, pemahaman akan diri,
cinta & keindahan, dan amal ibadah sebagai pengejewantahan iman, dengan
puisi-puisi Rumi sebagai titik tolaknya. Acara ini diselenggarakan dari
tanggal 24 Agustus hingga 11 September, setiap hari Senin hingga Jumat, dari
jam 17.15 hingga Maghrib. Minum dan ta’jil disediakan oleh panitia.

Untuk informasi tentang kegiatan ini dan Life Begins @ 40 klik

http://www.lifeat40.com/lifeevents.asp
atau hubungi Puput/Jatmiko di +6221 7205066, 08179141607
Untuk informasi tentang Pusaka Hati, klik www.pusakahati.com
Untuk informasi tentang Beshara, klik www.beshara.org
Untuk informasi tentang Rumi, google “Rumi” ☺


About this entry