Teruskanlah, teruskanlah..

Tadi siang, saya tengah terduduk diam. Lagu “Teruskanlah” dari Agnes Monica mengalun. Saya terbawa untuk merenungkan hubungan saya, dengan diri saya sendiri.

Pernahkah kau bicara
Tapi tak didengar
Tak dianggap
Sama sekali..

Pernahkan kau tak salah
Tapi disalahkan
Tak diberi
Kesempatan

Reff :
Kuhidup dengan siapa
Ku tak tau kau siapa
Kau kekasihku tapi
Orang lain bagiku

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu

Kau tak butuh diriku
Aku patung bagimu
Cinta buta
Kebutuhan mu

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau.. kau begitu

Timbul pertanyaan: Seberapa baik saya memahami diri saya sendiri? Seberapa baik saya mendengarkan diri saya sendiri? Seberapa saya merasa dipahami, oleh diri saya sendiri? Seberapa saya menerima diri saya sendiri? Seberapa saya merasa diterima, oleh diri sendiri?

Semoga saya semakin baik terhadap diri saya sendiri. Semoga saya menjadi teman terbaik bagi diri saya sendiri. Semoga saya hidup berbahagia. Aman selamat. Sehat sejahtera. Sadar bijaksana. Semoga saya dapat terus meningkatkan kebahagiaan yang sudah ada.

Semoga saya hidup berbahagia. Semoga Anda hidup berbahagia. Semoga semua hidup berbahagia.


About this entry